Hobby saya ada dua : yang pertama nonton, yang kedua ngehayal. Hobby pertama rata-rata orang mungkin sama, tapi yang kedua, sebagian besar orang berpendapat itu buang waktu. Ngehayal memang membutuhkan waktu, dan kalo keasyikan bisa ngehabisin waktu. Namun jika kita udah tahu mengapa kita haru ngehayal, apa yang harus dihayalin, serta tahu bagaimana teknik ngehayal yang bener; sebuah hayalan akan menjadi strategi. Dan namanya strategi tentunya memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat menjadi sesuatu yang wujudiah/kenyataan, tidak lagi sekadar tahayul.
Diagram bodoh di samping mungkin akan membantu ngebedain yang mana hayalan dan mana yang bukan
Nah, ngomong-ngomong hayalan apa yang lagi ‘in’ di otak saya saat ini, hal itu tentulah gimana caranya menebar virus H!P ke orang kebanyakan di negara kita tercinta ini. Dan yang namanya virus, tentu sudah seharusnya nularnya gampang. Contoh, virus influenza bisa nuler kalo kita huhujanan, virus DBD nuler kalo kita sering babaseuhan, virus typhus nuler kalo kita sering jajan sembarangan, virus AIDS juga nuler kalo kita sering “jajan sembarangan” . Begitu pun virus H!P, kita yang udah jadi penderita kronis virus ini, tentu tahu kalo H!P ga seperti artis kebanyakan, melainkan seperti virus yang ngebikin kita mau nontonin lagi dan lagi dan lagi. Kalo udah mulai beli-beli barangnya, jadi mau ngebeli lagi dan lagi dan lagi dan lagi..
Namun yang namanya virus, tentu juga memiliki sesuatu yang ditakuti sehingga dapat membunuhnya sebelum dapat berkembang. Virus influenza takutnya ama Panadol, virus DBDtakutnya ama jus jambu, virus typhus takutnya ama vaksin, sedangkan AIDS, untuk saat ini belum ada yang bisa nakut-nakutin (but someday we will find the cure). Nah bagi virus H!P untuk dapat menjangkiti negara Indonesia yang kita cintai ini, yang dapat menghalanginya ialah, ketidak tahuan, kemiskinan informasi, serta masih sedikitnya agen pembawa virus/carrier-nya.
Ngomong-ngomong, tulisan ini bakalan rada panjang, karena saya cukup menikmati waktu nulisnya. Jadi bagi para pembaca (kalo ada) yang mau langsung masuk ke intinya, dimohon bersabar dulu m(_ _)m
Kembali ke soal virus barusan, mungkin diagram IQ rendah berikut bisa menjadi representasi yang baik :
Nah, kalo beberapa gambar aneh di bawah, itu menggambarkan bagaimana sebuah virus membentuk wabah, yakni saat di mana korban yang telah berhasil dijangkiti virus tersebut jumlahnya sudah banyak. Adapun tahap berikutnya dari wabah ialah epidemi, yang jumlah korbannya lebih banyak lagi dan cakupannya secara geografis, lebih besar lagi. Diagram di bawah ini, menggambarkan jenis virus yang madesu, alias ga bisa membentuk wabah. Kenapa? Karena jumlah carriernya sedikit, dan jumlah korbannya juga sedikit. Sesudah korbannya sembuh? Ya udah, virusnya abis.
Diagram yang ini, menggambarkan virus yang bisa membentuk wabah, namun tidak bisa bertahan lama. Carriernya banyak, namun begitu sampai ke penderita, dia tidak dapat menyebar lagi. Alhasil, begitu penderitanya habis, virusnya pun punah. Masih inget virus ebola yang sempat menggemparkan dunia di dekade 80-an? Virus itu sempat mewabah di Afrika, namun lantas menghilang secepat dia pernah mewabah. Mau tahu kenapa? Itu karena dia membuat penderitanya mati terlalu cepat sehingga sang penderita tak sempat menularkannya ke calon penderita lainnya. Akibatnya virus itu pun punah, dan wabahnya dapat dihentikan sampai sekarang.
Nah kalo yang diagram ini, adalah virus yang berpotensi menimbulkan epidemi. Lihat aja, carrier awalnya banyak, dan begitu dia menulari korban pertamanya, sang korban pun lantas ikutan menjadi carrier. Begitu lah seterusnya sehingga korbannya menjadi lebih banyak lagi. Satu orang nularin 3 orang, 3 orang nularin 9 orang, 9 orang nularin 81 orang dan demikian seterusnya mengikuti deret eksponensial.
Tahu Resident Evil khan? Kenapa virus T dan turunannya selalu bertahan, bahkan sampai Resident Evil V yang baru keluar? Raccoon city udah habis dinuklir, namun ternyata virusnya ga berhenti sampai di situ, malah terus bertambah penderitanya. Tahu kenapa? Itu karena korban yang dijangkitinya, om Zombie dan tante Zombie, malahan keliling-keliling nyari korban berikutnya untuk ditulari lagi. Proses "pencarian korban" ini berlanjut terus secara iteratif, sehingga dapat membentuk komunitas zombie yang lama kelamaan semakin kuat, teratur dan berwawasan hukum . BTW mainin RE V deh, ntar lw bisa ngelihat zombienya naik motor, nyetir mobil ampe bikin parpol segala
Oke, back to this diagram....
Skema epidemi ini (untuk selanjutnya kita sebut skema ini skema epidemi ya) ternyata ga cuma berlaku di dunia pervirusan saja. Dalam dinamika komunikasi manusia; berita, trend, ideologi, pergerakan, bahkan revolusi menular dengan mekanisme yang persis sama seperti cara virus menular. Sebuah hal yang pada awalnya hanya sedikit orang yang tahu (orang-orang ini disebut pionir), lantas melahirkan serangkaian inisiatif, aksi dan jalinan komunikasi dengan orang-orang baru. Orang-orang baru ini pun lantas melakukan hal yang sama, mengajak orang yang lebih baru dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Demikian seterusnya hingga terkumpul banyak individu, baik saling mengenal maupun tidak saling mengenal, memiliki suatu kesamaan yang dibagi bersama lantas membentuk tujuan yang dibagi bersama pula.
Fenomena gerakan cecak vs buaya yang berawal dari facebook, aksi koin untuk Prita yang berawal dari media massa, bahkan merdekanya negara Indonesia memiliki mekanisme yang sama seperti menularnya sebuah virus yang mewabah. Dan kalaupun H!P diharapkan akan mewabah di Indonesia, maka cara ini pula lah yang harus kita tempuh bersama.
Itulah teorinya, namun seperti sebuah istilah, praktek tak pernah semudah teorinya. Diperlukan kemauan, usaha, integritas dan ketetapan hati agar proses keberjangkitan “virus H!P” dapat mewabah, bahkan membentuk epidemi. Diagram akal pendek di bawah ini mungkin bisa meringkas :
Siipp, setelah menjabarkan hal-hal mendasar di atas, mungkin akan ada dua pertanyaan yang terbersit yakni : 1. Tulisan di atas itu kan sifatnya normatif, nah sekarang aksi konkretnya gimana??? Konkret dong, konkret! 2. Emang berapa orang yang harus kita pengaruhi, biar tujuan kita ini berhasil?
Untuk pertanyaan pertama, akan saya coba ulas di part berikutnya, yakni UNLEASH THE H!P VIRUS PART II : THE INFECTION !!! Untuk pertanyaan kedua, akan saya coba jawab : the sky is the limit!
_________________
<<<<<<< let's support our traditional culture >>>>>>>
Joined: 09 Jan 2010, 19:43 Posts: 75 Location: Bandung
Blog:View Blog (0)
udah selesai baca nih... bagus nih artikelnya, membuat saya pengen sharing..haha Sayangnya virus H!P itu potensi penyebarannya memang sangat dipengaruhi kepribadian masing2. contohlah lingkungan saya. saya mengenal hiburan jepang sudah sejak kecil. TK kali ya udah baca komik, nonton Doraemon Dragon Ball, dan apa aja yg "ada", yg mudah didapat, tanpa menjelajah dunia maya (boro2 inet, komp oge can boga ) namun saya mulai sungguh2 menyukai dunia hiburan jepang (khususnya anime) dan mengikuti perkembangannya (cari info, koleksi seri dan merchandisenya, dll) itu sejak kelas 2 SMP (th 2003)... terus kapan saya kenal momusu dan H!P...? sekitar september 2008. awal2 saya pindah ke bandung untuk kuliah kenapa bisa kenal..? cuma karena iseng2 tuker2an video2 peyanyi jepang, gw bilang "sok terserah isi apa aja yg bagus" terus dikasih lah banyak video2 Japan music, yang kebetulan ada bbrp lagu momusu. sejak itulah saya mulai tertarik dan mencari2 tau sendiri, ga ada org yg "menjerumuskan" saya, tapi saya yg menjerumuskan diri sendiri wkwkwkw. Waktu itu kan belom bisa inet jadi ya cuma bisa cari2 tau di kampus sapa yg suka H!P. Kenal deh 1 org, cuma ya org itu susah banget untuk dihubungi (beda jurusan juga), jadi ya perkembangan info dan data saya juga lambat, cuma jadi fans yg kekurangan info... Akhirnya april 2009 saya pasang inet sendiri deh dan bisa jadi fans yg "aktif" dan sampai sekarang saya telah menularkan virus H!P pada 2 orang teman dekat saya.
Jadi semua yg saya lakukan itu merupakan keputusan saya sendiri untuk aktif mengikuti perkembangan serta menyebarluaskan apa yg saya suka kepada orang lain..karena memang ditentukan oleh tipe kepribadian masing2. Ada yg merasa senang kalo teman ikut menyukai apa yg kita suka (termasuk saya), tapi juga ada yg cuek (berpikiran cuma gw aja yg suka ini gpp, orang laen suka juga ya gpp), ada lagi tipe fanatik (biasanya dalam hal ngefans sama seorang idol) jadi dia gamau ada saingannya...wajar sih, sepertinya setiap orang (termasuk saya) juga pasti pengen idolnya menjadi milik kita seorang, tapi kenyataannya ya idol itu bukan cuma kita doank, so, kita juga harus menerima keberadaan org laen yg ngefans juga sama dia. hmm keliatannya topik mulai melenceng..haha, back to topic
conclusion jadi maksud saya, diagram penularan virus H!P yang blueroom gambarkan adalah diagram ideal, namun kenyataannya banyak yg stagnan. Alasannya karena lebih mudah membuat orang lain suka H!P, tapi membuatnya agar menularkannya lagi pada orang laen itu ya tergantung pribadinya masing2 (kalo bahasanya blueroom, lebih mudah dijadiin "penderita", tapi cuma sebagian yg jadi bisa dijadiin "carrier" virus2 H!P) , sehingga pertumbuhannya jadi lambat. (bahkan pendapat pribadi saya sih sangat lambat, karena jumlah member MMI yg mengajukan petisi agar H!P datang ke indo pun kurg dari 150 org...tapi ya gatau juga, itu kan dalam hal petisi...saya belom pernah survei)
last word... ayo kita lebih gencar menyebarkan virus H!P di Indonesia...saya harap semoga member MMI semakin banyak dan mencapai jumlah yg memungkinkan agar H!P bisa datang ke negara kita
sekian sih pandangan dan share2 dari saya hehe maaf yah kalo ada kata2 yg gak berkenan... secara saya juga kan member baru MMI... hehe maaf juga kalo kepanjangan...
hehe
_________________
Last edited by araisuzaku on 25 Jan 2010, 18:17, edited 1 time in total.
Joined: 14 Jul 2009, 14:04 Posts: 233 Location: Bandung
Blog:View Blog (4)
wiiw, makasih banyak buat komennya
hehehe, kita termasuk orang yang beruntung ya, bisa kenal ama H!P ini secara ga sengaja. Dan mungkin banyak dari kita di forum ini juga kenal secara ga sengaja ama H!P. Yang pasti H!P bikin idup lebih idup deh! wkkwwk
Saya setuju, kita suka H!P memang karena berbagai alasan, dan cara kita menikmatinya juga dengan berbagai macam cara. Ada yang enjoy untuk gabung dengan komunitasnya, ada pula yang enjoy dengan jadi "lone wolf" (dulu saya juga begini sih ).
Namun demikian, untuk mengenal H!P saat ini, harusnya ga sesusah kita di jaman dulu. Dulu kita ketemunya ga sengaja, cari informasi pun susah nya bukan main. Begitu pula akses informasi beberapa tahun lalu masih sangat terbatas.
Saat ini, sudah ada forum ini (Momusuindo.net) yang menjadi lumbung informasi tentang H!P dengan bahasa Indonesia. Komunitas nya pun sudah terbentuk secara off-line, bahkan sudah cukup dikenal di lingkaran event2 Jepang di beberapa kota.
Poin saya adalah, bahwa kita telah tergabung dalam komunitas ini, dan apabila komunitas ini bergerak dengan terskema dan terarah, bukan tidak mungkin H!P bisa dikenal secara lebih luas. Kalau dulu kita kenal H!P secara ga terencana, sekarang bagaimana caranya kita bisa membuat banyak orang bisa mengenal H!P dengan terencana. Tiap orang mungkin berbeda pandangan dan kepribadiannya, tapi bila bergabung dalam komunitas yang kuat, bukan tidak mungkin semua orang akan memiliki satu tujuan yang sama.
Kalo boleh beribarat, kita udah punya kendaraan. Sekarang tinggal mau atau tidak kita mengendarainya sampai ke tujuan. Tentu ada banyak jalan bisa ditempuh, ada yang membentuk band, membuat event, menciptakan lukisan & artwork, membantu sesama fan belanja barang ori, menulis blog, berwotagei di event Jepang, dan sebagainya..
Yang pasti kita perlu banyak ide dan aksi agar ini semua bisa terwujud. Hari ini mungkin <150 orang, tapi tahun depan mungkin >1500 orang
_________________
<<<<<<< let's support our traditional culture >>>>>>>